Ojol dan Celah Bernama “Mitra”: Kerja Penuh, Hak Setengah "Dicukup-cukupin." Begitu jawaban dari pengemudi yang menggantungkan sumber pendapatannya melalui ojek online (ojol) sejak 2018.
Subsidi BBM Dipangkas, Beban Siapa yang Bertambah? Penulis: Theresa Martha Manalu/EQ, Alvis Anjabie/EQ Editor: Virginia Monica Layout: Ambar Tri Hapsari/EQ “Negara yang sehat tidak diukur dari seberapa penuh kasnya, tapi dari seberapa mampu ia melindungi mereka yang paling rentan di masa sulit.” Eskalasi geopolitik di Timur Tengah telah melambungkan harga minyak mentah Indonesia hingga
Harga di Balik Makan Bergizi “Gratis” Penulis: Shaffa Az Zahra/EQ, Naomi Grace Suminar B. Sitanggang/EQ Editor: Gigih Candra Ghufroni Layouter: Jauza Atha Adzaky/EQ
Eksistensi Debus di Era Modern: Apakah Kita Hanya Melihat Aksinya, Bukan Maknanya? Menelisik makna spiritual di balik ekstremnya pertunjukan Debus Banten
Bedhaya Semang, Angka Sembilan, dan Penyelamatannya Penulis: Gita Laksita Jatismara, Azhar Zaidaan/EQ Editor: Alif Fazel Faruk/EQ Layouter: Vini Wang/EQ
Midodareni: Transisi Menuju Kehidupan Suami Istri Nama: Gita Laksita Prabasmara & Marcellinus Krisnado Suhatno/EQ Editor: Keffa Auna Rasyidina/EQ Layouter: Diana Sintya Maharani/EQ
Duka yang Diwariskan: Mengungkap Tekanan Sosial dan Biaya Ekonomi Tradisi Iki Palek Penulis: Auliatus Soliha/EQ & Athaya Zarah Zea/EQ Editor: Dalila Khansa/EQ Layouter: Arasty Lyla/EQ
Nasib Sakralitas Perang Ketupat Penulis: Kalyca Indira Theta & Dahayu Anindhita Aisyfaa/EQ Editor: Handri Regina Putri/EQ Layouter: Diana Sintya Maharani/EQ
Weton: Warisan Budaya atau Sekadar Mitos Belaka? Penulis: Shaffa Az Zahra, Arwa Izdihar Ahmad/EQ Editor: Atha Bintang Wahyu Mawardi/EQ Layouter: Arasty Lyla Ramadhani, Vini Wang/EQ
Dinamika dan Persepsi Tradisi Coka Iba di Masyarakat Gam Range Penulis: Dwi Zhafirah Meiliani, Alvis Anjabie/EQ Editor: Najwa Ilma Arifah/EQ Layouter: Glori Silaban/EQ Halmahera Tengah—di balik keheningan malam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, sosok-sosok bertopeng setan muncul dari kegelapan, memukul-mukul dan menari liar di tengah kerumunan masyarakat. Tradisi Coka Iba ini bukan sekadar pesta