BPPM Equilibrium

Indonesia International Collaboration Project 2023

Oleh: Kevin Rayhan Pratomo/EQ
Editor: Saffanah Callista
Dokumentasi oleh: Kevin Rayhan Pratomo/EQ

Pada tanggal 15 Februari 2023, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) kedatangan tamu-tamu dari Negeri Matahari Terbit. Tamu-tamu ini berasal dari Hiroshima University of Economics (HUE). Para tamu akan berada di Yogyakarta, Indonesia selama enam hari kedepan dalam rangka melaksanakan program kerja Indonesia International Collaboration Project (IICP) 2023. 

IICP merupakan program kerja sama antara Badan Eksekutif Mahasiswa FEB UGM  dengan HUE. Program ini memiliki fokus utama yaitu produk tenun lurik hasil kerajinan tangan dari beberapa desa yang terletak di Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejumlah desa penghasil tenun lurik di sekitar Yogyakarta memiliki keterbatasan dana dan kapasitas produksi. Desa penghasil ini juga menghadapi kesulitan dalam memasarkan dan memperkenalkan tenun lurik kepada masyarakat luas. Maka dari itu, IICP hadir untuk menyelesaikan masalah tersebut. Di sisi lain, IICP juga merupakan kesempatan bagi para mahasiswa HUE untuk mendapatkan pengalaman baru dalam pengabdian masyarakat. 

Rangkaian kegiatan IICP dibuka pada tanggal 16 Februari, di Lantai 8 Pertamina Tower, FEB UGM. Acara pembukaan dihadiri para perwakilan HUE yang terdiri dari 15 mahasiswa dan dua orang dosen pembimbing. Dua dosen tersebut bernama Takahiro Yamate dan Takayuki Nakamura. Acara ini juga dihadiri oleh Head of the Office of International Affairs FEB UGM Luluk Lusiantoro, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni FEB UGM, Gumilang Aryo Sahadewo, Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia FEB UGM, Suyanto, perwakilan dari BEM FEB UGM, dan panitia IICP dari UGM. Setelah acara dibuka, dilaksanakan campus tour FEB UGM yang dipandu oleh perwakilan BEM FEB UGM dan panitia IICP. 

Suasana pembukaan rangkaian kegiatan IICP (16/02/2023) (©Kevin P./EQ)

Keesokan harinya, para perwakilan dari HUE membuka stand di selasar FEB UGM dengan maksud menjual produk tenun lurik. Selama membuka stand perwakilan dari HUE juga memperkenalkan budaya Jepang dengan menggunakan pakaian yukata serta mengajarkan penulisan huruf-huruf Jepang ke mahasiswa yang hadir di stand. Para perwakilan juga didampingi oleh perwakilan BEM FEB UGM serta panitia IICP. 

Suasana stand tenun lurik di Selasar FEB UGM (17/02/2023) (©Kevin P./EQ)

Pada hari Sabtu, 18 Februari, perwakilan HUE dan panitia IICP berangkat ke salah satu desa penghasil tenun lurik yaitu Desa Sumber Arum. Desa Sumber Arum terletak di Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, DIY. Pada kesempatan itu, para perwakilan dari IICP bertemu langsung dengan para pembuat tenun lurik serta melihat langsung proses pembuatannya. Warga Desa Sumber Arum menyambut baik kedatangan IICP dan terbuka untuk melanjutkan kerjasama dengan IICP.

Kunjungan ke desa sentra tenun lurik (18/02/2023) (©Kevin P./EQ)

Hari selanjutnya, agenda IICP adalah pergi berwisata ke Museum Ullen Sentalu dengan tujuan meningkatkan pertemanan antara perwakilan HUE dan UGM. Agenda ini juga dilaksanakan oleh IICP untuk membantu memperkenalkan budaya Indonesia kepada perwakilan HUE. 

Wisata ke Museum Ullen Sentalu (19/02/2023) (©Kevin P./EQ)

Pada hari terakhir, dilaksanakan upacara penutupan IICP 2023. Upacara penutupan diisi dengan presentasi laporan hasil oleh para perwakilan HUE serta presentasi kelanjutan IICP. Secara umum, acara IICP kali ini telah sukses dilaksanakan dan akan dilaksanakan kembali dalam waktu yang akan datang. 

Pengunjung :
247

  • Berita
  • Ekspresi
  • Produk
  • Riset
  • Uncategorized
    •   Back
    • EQ News
    • Majalah
    • Mini Research
    •   Back
    • FEB
    • Jogja
    • Nasional
    • UGM
    •   Back
    • FEB Menulis
    • Fokus
    • Sastra
    •   Back
    • Telusur Perkara
    • Jelajah Pokok
    • Opini

Load More

End of Content.

Solverwp- WordPress Theme and Plugin