BPPM Equilibrium

Meraba Traceability Sektor Tambang: Seberapa Siap Indonesia Memulai Hilirisasi?

Oleh: Richelle Fyodorova dan Yulia Dwi Kustari/EQ
Editor: Cindra Karunia Putri
Ilustrasi oleh: Naelufara/EQ

Setelah melakukan larangan ekspor nikel, pemerintah Indonesia juga melarang adanya ekspor timah dan bauksit. Menurut Andrianto (2021), Pemerintah menolak $63 miliar dari China yang merupakan penadah 90 % bijih bauksit mentah Indonesia. Tindakan yang cukup kontroversial ini menjadi sinyal bahwa pemerintah akan konsisten melakukan hilirisasi dalam negeri sebagai langkah untuk menaikkan nilai komoditas tambang dalam negeri dan kesejahteraan masyarakat. Namun, akankah keputusan ambisius ini sudah tepat dan dapat berjalan dengan baik, mengingat tindakan tersebut dapat memengaruhi hubungan antara Indonesia dan China terutama dalam kerja sama perdagangan?

Potensi Tambang yang Ada di Indonesia

Hasil survei dari Kementerian ESDM dan PWC, Indonesia memiliki kandungan berbagai macam jenis bahan tambang dengan jumlah yang melimpah. Cadangan tambang dihitung berdasarkan dari berbagai daerah penghasil tambang di Indonesia dan potensi bahan tambang dilihat dari cadangan yang belum diproses. 

Jenis tambangCadangan (dalam ton)Potensi (dalam ton)
Batu bara26,2 miliar124,6 miliar
Emas30006000
Nikel21 juta25 juta
Bauxit2,72 miliar6,68 miliar
Tembaga28 miliar28 miliar
Timah600.00025 juta

Puncak klasemen kandungan bahan tambang terdapat pada mineral batu bara. Batu bara aktif dijadikan sebagai bahan bakar penghasil uap, bahan campuran pupuk pertanian, industri kertas, industri semen, dan substitusi BBM (Bahan Bakar Minyak).

Selain batu bara, sumber daya tambang yang menempati peringkat kedua paling banyak adalah tembaga. Seperti yang diketahui, tembaga adalah sumber dari segala bentuk besi dan stainless steel. Hal ini menjadikan tembaga menjadi bahan baku yang paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pada posisi  ketiga adalah bauxite yang biasanya digunakan sebagai bahan bangunan. Cadangan keempat terbesar adalah nikel yang sekarang sedang digadang-gadang berpotensi untuk menjadi salah satu komoditas ekspor yang berpotensi melambung harganya. Hal ini dikarenakan kebutuhan transportasi listrik yang diciptakan oleh Tesla menggunakan nikel sebagai sumber daya utama. Selanjutnya timah yang menempati posisi kelima sering digunakan untuk peralatan rumah tangga. Dan yang terakhir adalah emas yang berfungsi sebagai alat investasi, aksesoris, konduktor barang elektronik, maupun lapisan bangunan.

Namun, ekspor tambang mineral Indonesia selama ini masih berfokus pada penjualan bahan mentah. Hal ini mengkhawatirkan karena penjualan bahan mentah berujung dengan penurunan nilai ekspor. Jika terjadi penurunan nilai ekspor, maka supply dalam negeri akan menurun. Maka dari itu, pemerintah Indonesia dalam hal ini adalah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berencana untuk melakukan hilirisasi seperti yang telah disampaikan  pada siaran Pers No. 355.Pers/04/SJI/2022 dengan poin utama bahwa kewajiban hilirisasi pada industri pertambangan bertujuan memberikan nilai tambah dan hasil yang optimal untuk negara, masyarakat, serta pembangunan fasilitas pengolahan mineral. 

Apa itu Hilirisasi?

Hilirisasi adalah strategi  pengelolaan sumber daya alam dari barang mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi untuk meningkatkan nilai barang. Dengan adanya hilirisasi, nilai jual komoditas pertambangan Indonesia bisa meningkat. Selain itu, dengan adanya ekspor barang jadi atau setengah jadi maka investor lebih tertarik untuk berinvestasi dalam proses pengembangan barang tambang tersebut. Manfaat lain yang dapat dicapai dengan adanya hilirisasi adalah penyerapan tenaga kerja dan peningkatan sumber daya manusia dalam pengelolaan. Dengan kata lain, hilirisasi menciptakan multiplier effect (Negara, n.d.). Dalam multiplier effect tersebut, salah satu efek yang dihasilkan dari adanya perencanaan hilirisasi adalah tertariknya investor asing terhadap tambang Indonesia.

Daya Tarik Pertambangan Indonesia bagi Investor Asing

Pada dasarnya, alasan utama komoditas tambang asal Indonesia cukup diminati oleh pasar luar negeri adalah karena pasokan bahan tambah yang melimpah dan mampu memberi harga jual yang kompetitif. Daya tarik investasi komoditas yang memikat para investor untuk menyuntikkan dana secara eksponensial berasal dari potensi peningkatan dividen saham yang diturunkan dari margin peningkatan nilai komoditas oleh adanya proses hilirisasi. Daya tarik investasi komoditas yang memikat para investor untuk menyuntikkan dana secara eksponensial berasal dari potensi peningkatan dividen saham yang diturunkan dari margin peningkatan nilai komoditas dari proses hilirisasi. Ketertarikan investor dan kenaikan nilai dari sektor tambang mampu meningkatkan peran komoditas tambang Indonesia. Sektor ini berperan lebih signifikan dalam hal pengelolaan bahan tambang, penyediaan tenaga kerja, dan penguatan  nilai mata uang karena ekspor bahan tambang yang meningkat. 

Hal lainnya yang membuat bahan tambang Indonesia diminati oleh investor asing adalah pengenalan teknologi listrik yang dilakukan oleh Tesla. Teknologi listrik tersebut berupa transportasi listrik yang nantinya akan menggunakan nikel sebagai bahan baku utamanya. Meskipun Elon Musk sempat mengatakan bahwa Tesla berupaya untuk mengganti nikel dengan besi, nikel tetap masih akan digunakan dan dicari oleh produsen mobil listriknya. Selain nikel, ada juga timah yang digunakan sebagai alat pengisi daya atau bahan baku konduktor.

Salah satu bukti dari baiknya investasi di sektor pertambangan dapat dilihat dari kontraktor tambang nikel, PT Hillcon Tbk, yang baru memasukkan diri ke dalam pasar saham pada 1 Maret 2023 sudah mengalami kenaikan harga sekitar 6,40 persen dari harga awal Rp 1.250 per lembar saham menjadi Rp 1.330 per lembar saham. Saham Hillcon terjual sebanyak 442,3 juta saham dengan nilai seharga Rp 552,87 miliar. (Ramli, 2023).

Selain pendatang baru tersebut, berikut adalah beberapa daftar perusahaan tambang di Indonesia dan harga sahamnya per januari 2023 (Pradana, 2023).

PerusahaanJenis tambang dan wilayahKenaikan sahamJumlah Laba (dalam Rupiah)
Bukit Asam (PTBA)Batu Bara, Sumatera Selatan21%>6 triliun
Indo Tambangraya Megah (ITMG)Batu Bara, Kalimantan72%>40 triliun
Adaro Energy (ADRO)Batu bara, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan40%34.8 triliun
Aneka Tambang (ANTM)Emas, Nikel, Bauksit, Pulau Gebe30%2,6 triliun
Vale Indonesia (INCO)Nikel Laterit, Sulawesi Selatan30%2,6 triliun

Dari data di atas,  terlihat jelas bahwa batu bara masih menjadi favorit di dunia tambang baik untuk eksportir maupun investor. Hal ini berkaitan dengan poin pertama di mana batu bara masih menjadi sumber daya alam paling melimpah di Indonesia dan masih diperlukan oleh negara-negara beriklim dingin. Oleh karena itu, batu bara masih tergolong ke dalam komoditas yang memiliki nilai ekspor tinggi.

Gambar: Analisis Akar Masalah Tambang Di Indonesia (Ciptaswara dan Sulistiowati, 2022) 

Traceability dan Hambatan Hilirisasi Tambang Indonesia

Melihat potensi sumber daya alam berupa mineral yang luar biasa ini, diperlukan sistem pengelolaan yang baik agar ‘kekayaan’ tersebut dapat dioptimalkan dan berdaya guna tinggi. Namun, fakta menunjukkan hal yang berbeda. Indonesia belum bisa memanfaatkan pertambangan untuk kesejahteraan masyarakat.  Oleh karena itu, sebelum melangkah lebih jauh pada upaya hilirisasi tambang, pemerintah perlu mengevaluasi dan mencari pokok permasalahan yang dihadapi agar nantinya mampu menerapkan strategi yang tepat dalam implementasi hilirisasi ini. Berdasarkan analisis masalah yang dilakukan oleh Ciptaswara dan Sulistiowati (2022) pada sektor pertambangan, teridentifikasi tujuh masalah dengan tiga pokok permasalahan tambang, yakni lemahnya posisi negara terhadap penguasaan pertambangan, rendahnya pembiayaan negara, dan terjadinya inkonsistensi kebijakan pertambangan.

Akar permasalahan tersebut mampu membawa dampak lainnya bagi pertambangan di Indonesia, salah satunya adalah isu traceability atau suatu kemampuan untuk melacak sumber produksi, ekstraksi, pemrosesan, pencatatan jumlah ketersediaan, dan untuk memastikan kesesuaian pasokan hasil tambang yang ada. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa sumber tambang diperoleh secara legal, etis, dan berkelanjutan untuk memastikan keamanan dan kualitas produk yang dihasilkan. Traceability tambang Indonesia yang tidak jelas menjadi ancaman tersendiri bagi industri ini. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Septian Hario Seto, menyampaikan bahwa perusahaan multinasional seperti Apple, Ford, dan Tesla yang konon ingin menanamkan pabrik di Indonesia mulai mempertimbangkan kembali rencana investasinya karena ketidakjelasan alur produk tambang yang ada (Syahputra, 2023). Perusahaan raksasa seperti mereka memiliki sustainability tracking untuk mengetahui pasokan baterai hingga asal pemrosesan nikel maupun timah sebagai bahan bakunya. Masalah utamanya, pada sektor timah ini masih belum ada traceability yang disebabkan oleh banyaknya tambang ilegal sehingga banyak informasi asimetri antara data yang ada dengan kenyataan di lapangan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral membenarkan informasi terkait banyaknya Pertambangan Tanpa Izin (PETI) yang jumlahnya lebih dari 2.700 lokasi yakni 96 lokasi PETI Mineral dan 2.645 lokasi batubara pada 2021.

Tambang ilegal mampu mengakibatkan kerusakan lingkungan karena tidak menerapkan prosedur penambangan dan pasca penambangan yang sesuai. Selain itu, prosedur keselamatan kerja juga tidak diperhatikan dengan baik dan tentunya kegiatan tambang tanpa izin juga dapat memicu terjadinya konflik horizontal di dalam masyarakat. Tidak berhenti di sana, adanya kegiatan ilegal ini sangat merugikan negara karena penerimaan pajak yang tidak sesuai. Selain itu, Haryadi (2017) menyatakan bahwa infrastruktur masih belum memadai.

Pertimbangan Hilirisasi dan Dampak yang Menyertainya

Rencana hilirisasi tambang yang dikumandangkan pemerintah memang membawa harapan baru, tetapi upaya yang dilakukan untuk menuju objektif hilirisasi tambang masih dirasa kurang progresif. Di balik wajah hilirisasi yang menjanjikan ini, pemerintah perlu mempertimbangkan segala dampak yang akan menyertai nantinya. Permasalahan lingkungan yang diakibatkan pasca penambangan perlu dipikirkan matang-matang mengingat hal ini dapat memberikan efek jangka panjang bagi alam dan kehidupan manusia. Maka dari itu, diperlukan peningkatan implikasi Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dengan cara penguatan regulasi pemerintah untuk rehabilitasi lahan pasca tambang dalam rangka memulihkan kembali alam. Selain itu, penanaman pabrik dan pengelolaan tambang yang digadang-gadang akan segera dilaksanakan perlu dikaji lebih lanjut untuk tetap memperhatikan keberlanjutan industri tambang tanpa eksploitasi alam secara berlebihan.  

Kesimpulan

Pencanangan rencana hilirisasi menjadi angin segar bagi industri pertambangan di Indonesia, tetapi sampai saat ini masih  terdapat banyak hal yang perlu diperbaiki agar hilirisasi dapat diimplementasikan dengan semestinya. Sinergitas berbagai pihak perlu diupayakan. Sebelum dilakukannya hilirisasi, pengkajian berbagai aspek sangat diperlukan seperti pertimbangan rehabilitasi alam pasca penambangan, proses pelacakan dan pencatatan asal usul bahan tambang, serta kesiapan teknologi dan infrastruktur yang mendukung. Kesiapan teknologi dan infrastruktur menjadi poin krusial yang perlu dipastikan di tingkat korporasi dengan maksud menjaga Supply Chain Management (SCM) hasil tambang terlaksana dengan rapi dan terintegrasi. Keberhasilan pengelolaan SCM yang baik dapat memudahkan tracking and record asal usul bahan tambang secara akurat dan efisien untuk menjamin traceability sektor tambang.  

Referensi

Andrianto, R. 2021. China Tak Lagi Perkasa, Awas Indonesia Bisa Ikut Sengsara.  CNBC Indonesia. Retrieved March 11, 2023, from https://www.cnbcindonesia.com/market/20211019125423-17-284983/china-tak-lagi-perkasa-awas-indonesia-bisa-ikut-sengsara

Ciptaswara, R. F. dan Sulistiowati. 2022. Implementasi Hilirisasi Mineral dan Batu Bara Dalam Rangka Mewujudkan Kedaulatan Energi Dan Daya Saing Industri Nasional. Vol 34 No. 2 Tahun 2022. Mimbar Hukum, Universitas Gadjah Mada. 

Fitriyani, A. D. (2022). Hilirisasi Bahan Tambang: Sebuah Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. https://setkab.go.id/hilirisasi-bahan-tambang-sebuah-upaya-peningkatan-kesejahteraan-masyarakat/#:~:text=Hilirisasi%20diharapkan%20dapat%20meningkatkan%20nilai,dengan%20tersedianya%20lapangan%20pekerjaan%20baru.

Haryadi, H. 2017. Analisis SWOT Dalam Pengelolaan Sumberdaya Mineral Dan Batubara Indonesia Serta Prospeknya Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Volume 3, Nomor 1, Januari 2017: 73-90. Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara.

Kementerian ESDM RI. n.d. Menteri ESDM Dorong Optimalisasi Pertumbuhan Hilirisasi Mineral. (n.d.). ESDM. https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/menteri-esdm-dorong-optimalisasi-pertumbuhan-hilirisasi-mineral  

Kementerian ESDM RI. 2022. Pertambangan Tanpa Izin Perlu Menjadi Perhatian Bersama. (2022, July 12). Kementerian ESDM. Retrieved March 16, 2023, from https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/pertambangan-tanpa-izin-perlu-menjadi-perhatian-bersama 

Kementerian Perindustrian. 2019. Cadangan Nikel Melimpah, Indonesia Dinilai Bakal Perkasa di Era Kendaraan Listrik. (n.d.). https://kemenperin.go.id/artikel/21222/Cadangan-Nikel-Melimpah,-Indonesia-Dinilai-Bakal-Perkasa-di-Era-Kendaraan-Listrik#:~:text=Berdasarkan%20data%20US%20Geological%20Survey,mencapai%2019%20juta%20metrik%20ton.

Kompas.com. 2023. Penuhi Target Ekspor Batu Bara Pemerintah, Begini Peran Digitalisasi pada Industri Tambang. KOMPAS.com. https://biz.kompas.com/read/2023/03/16/123000528/penuhi-target-ekspor-batu-bara-pemerintah-begini-peran-digitalisasi-pada?utm_campaign=xl&utm_medium=headline&utm_source=desktop_mobile_money

Negara, D. J. K. (n.d.). Multiplier  Effect Proyek Strategis Nasional Pembangunan Bandara Kediri.https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/13957/Multiplier-Effect-Proyek-Strategis-Nasional-Pembangunan-Bandara-Kediri.htmlan%20tersedianya%20lapangan%20pekerjaan%20baru.

Pradana, M. (2023, January 18). Daftar Saham Pertambangan Terbaik di Indonesia (2023). InvestBro. Retrieved March 16, 2023, from https://investbro.id/daftar-saham-pertambangan-indonesia/

Ramli, R. R. 2023. Resmi Melantai di BEI, Saham Hillcon Menguat 6,40 Persen. KOMPAS.com. https://money.kompas.com/read/2023/03/01/194000826/resmi-melantai-di-bei-saham-hillcon-menguat-6-40-persen

Syahputra, E. 2023. Terungkap! Ternyata Apple Pernah Mau Bangun Pabrik di RI. CNBC Indonesia. Retrieved March 16, 2023, from https://www.cnbcindonesia.com/news/20230223125356-4-416336/terungkap-ternyata-apple-pernah-mau-bangun-pabrik-di-ri 

Pengunjung :
271

Solverwp- WordPress Theme and Plugin