Memeluk Luka
Penulis: Gabriela Ardhia H. Editor: Shaffa Az Zahra/EQ Layouter: Jauza Atha Adzaky/EQ
Penulis: Gabriela Ardhia H.
Editor: Shaffa Az Zahra/EQ
Layouter: Jauza Atha Adzaky/EQ
Aku yang menyelam luka bersama tepukan ritmis,
pelan-pelan menyeka hangatnya tangis.
Pandangan yang seakan pusara indah,
tertumbuk pandangan angan-angan fana;
membawaku jatuh ke kubangan lara.
Kehidupan bagaikan sebuah cangkang.
Pada perjalanan hidup yang panjang,
menapaki ribuan kerikil tajam pada jenjang.
Roda-roda kecil kehidupan akan terus berputar,
pada langkah-langkah kaki yang terus berjajar,
dalam mengarungi bahtera melintasi segara tanpa dasar.
Kubuka sebelah mataku,
untuk melihat harum dan indahnya dunia.
Namun, bak seutas tali, perasaan itu mengikatku erat;
menghadirkan kesedihan yang terkurung dalam keramaian.
Seolah berdansa bersama isi pikiran yang karut,
hingga tak sempat melerai benang-benang kusut.
Rintikan air mata...
tak henti membasahi telapak tanganku di bawah paripurna sang candra.
Bangunku...
menjadi pecahan kaca yang menggores kulitku dengan ujung tajamnya.
Ketidakberdayaanku…
menjadi pagelaran lara yang disaksikan suara dan cahaya.
Tuhan...
Engkau pencipta denyut sukma yang baik.
Menggiring perasaanku yang hancur,
kian membendung langit;
seakan cerita yang tak berujung baik.
Tuhan...
terlalu banyak cara yang dunia lakukan,
demi melihat diri memeluk luka.