Di Antara Garis Pantai

Penulis: Maria Cira F.N./EQ Editor: Hana Hafizhah/EQ Layouter: Najwa Makasuci/EQ

Di Antara Garis Pantai

Penulis: Maria Cira F.N./EQ

Editor: Hana Hafizhah/EQ

Layouter: Najwa Makasuci/EQ

Aku memandang garis pantai yang berpotongan dengan langit; 

melebar sejauh mata memandang. 

Pantai Parangtritis begitu berangin kala itu, 

kacamataku terkena pasir yang terbang setiap angin bertiup. 

Kucelupkan ujung kaki ke laut,

Kurasakan sapuan ombak di sela-sela jari kaki, seolah membawanya bersama arus. 

Aku diam seribu kata; membiarkan alunan suara ombak memenuhi indra dan insan. 

Ombak datang bersama angin yang sama dinginnya, 

membawa serpihan jiwa menuju sisi terjauh bumi, meluas hingga angkasa. 

Di sana, aku kehilangan diri, separuh jiwa, dan angan-anganku. 

Kubiarkan mereka membawanya; menghilang sebab ditelan anemon-anemon laut, 

melayang menuju orbit, memasuki celah-celah terkecil di antara tanah dan air. 

Kelak, seluruh hidupku akan bersatu dengan mimpi yang mengudara, 

tertelan tanah, tempat kita berpijak. 

Laut akan menyambutku lagi; 

membawaku masuk hingga tenggelam. 

Bak larut bersama mineral laut, aku tidak akan melawan. 

Kubiarkan ia menelanku hidup-hidup hingga tak bersisa. 

Ketika itu terjadi, apakah kau akan merindukanku? 

Dalam keegoisan ini, aku berharap sedikit bagian dariku ada di dalam anganmu; 

kuingin kau membawaku bersamamu untuk selama-lamanya. 

Hingga saat terakhir, aku tak ingin mengucapkan selamat tinggal, terlebih untukmu. 

Kelak, kita akan berdansa di atas ribuan bintang. 

Biarkan setiap lapisannya bersukaria dan mengucap nama kecilmu, 

bersama sanubari yang selalu mengucap syukur. 

Sampai itu terjadi, kenanglah aku, 

hingga masa terakhirmu.