Setahun Jadi Gamada FEB UGM, Ternyata…

Oleh: Tarisa Rizky Zulia/EQ Editor: Najwa Anggi N./EQ Layouter: Ambar Tri Hapsari/EQ & Najwa Khairunnisa M./EQ

Setahun Jadi Gamada FEB UGM, Ternyata…

Oleh: Tarisa Rizky Zulia/EQ

Editor: Najwa Anggi N./EQ

Layouter: Ambar Tri Hapsari/EQ & Najwa Khairunnisa M./EQ

Euforia Pionir Gadjah Mada 2026 sudah terasa. Siapa sangka, riuh open recruitment Pionir Simfoni 2026 sudah selesai dilaksanakan. Seakan baru kemarin aku mengikuti Pionir Simfoni FEB 2025. Ternyata, sudah hampir setahun berlalu. Kini, predikat gamada itu akan segera lepas dan aku harus siap menjadi kakak tingkat.

Teringat awal masuk FEB, aku terpukau dengan gedung Pertamina Tower yang sering diagungkan orang-orang. Teringat pula momen awal menjadi Gamada, kami dibariskan duduk di depan untuk masuk ke lingkungan FEB. Aku kagum dengan semua yang ada di sini, mulai dari lingkungannya, bangunannya, hingga orang-orangnya.

Tak terasa aku sudah melangkah sejauh ini di FEB. Bulan demi bulan terlewati. Dari yang awalnya aku cukup bingung untuk sekadar mencari ruang U-212 karena bangunannya yang luas, sekarang aku sudah hafal setiap sudutnya dan merasa tempat ini adalah rumahku.

Dari yang awalnya bingung menentukan outfit harian, kini aku justru senang ber-OOTD dan semangat karena merasa menjadi "budak korporat" dengan konsep FEB Ways — kemeja rapi, celana bahan, totebag atau backpack, dipadukan dengan sneakers atau flat shoes yang menemani langkah cepat menuju kelas pagi ala anak kantoran. 

Dari yang awalnya takut saat melihat nama dosenku dengan gelar profesornya itu di kelas pertamaku karena khawatir tidak akan bisa mengikuti pembelajaran dengan latar belakang beliau yang sehebat itu. Kini, aku justru sangat menikmati dan tertarik dengan setiap dosen karena selalu ada insight berharga yang bisa aku dapatkan dari mereka.

Dari yang ketika belajar di kelas dulu selalu dalam mode survive tanpa punya energi untuk bersosialisasi atau bertanya. Kini, aku menjadi sangat menikmati dan memaksimalkan setiap proses pembelajaran.

Dari yang takut mengikuti kegiatan di luar akademik karena khawatir tidak bisa bertahan secara akademis. Kini, aku berani mencoba banyak hal karena menyadari bahwa kesempatan di FEB dan UGM terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja jika hanya karena rasa takut.

Dari yang selalu merasa insecure setiap melihat orang lain yang lebih hebat, kini aku menjadi lebih percaya diri. Aku menyadari bahwa setiap orang punya proses dan timeline-nya masing-masing. Menjadi bagian dari lingkungan orang-orang hebat adalah anugerah karena aku bisa belajar banyak hal dari mereka. 

Setahun menjadi Gamada menyadarkanku bahwa aku telah berproses sejauh ini. Meski mungkin belum sejauh orang lain, tetapi aku telah berkembang pesat dibandingkan diriku yang kemarin. Aku belajar menghadapi rasa takut ketinggalan dengan keberanian, sembari menyadari bahwa aku pun memiliki kelebihan.

Menjadi bagian dari FEB mengajarkanku bahwa kuliah bukan hanya tentang IPK dan duduk di ruang kelas, tetapi juga tentang berdinamika untuk menjadi lebih dewasa dengan berbagai cara.

Menjadi bagian dari FEB membukakan mataku bahwa fakultas ini begitu hebat. Terlalu mewah jika aku hanya menjadi mahasiswa “kupu-kupu" dan merelakan relasi, fasilitas, kegiatan, serta setiap hal baik yang ditawarkan oleh fakultas dengan peringkat top ini.

Terima kasih kepada Sobat FEB, Pertamina Tower, Learning Center, CSDU, Kantin EB, Lobi Dino, Lobi Kaca, Selasar, Paijo, CIMB Niaga, dan setiap sudut di rumahku, FEB, yang telah menjadi saksi bisu perjuanganku.

Temani aku melangkah lebih jauh lagi di tahun-tahun selanjutnya, ya!