BPPM Equilibrium

Dalam Pelikan Keheningan

Oleh : Zheilda Eirizca Suyitno

Dalam kehampaan gelap, kutertunduk mati rasa
Perasaan kaku terhempas, indraku lelah nan sirna
Dunia hambar, tak berwarna, hilang sudah ceria yang dulu
Dalam lautan sunyi, aku tenggelam tanpa arti

Dua minggu terasa bagai abad yang tak berujung
Malam-malam menyembunyikan harapan, siang-siang membawa penantian
Di mataku, tanya terukir, “Aku, mengapa? Aku, siapa? Aku, kenapa?
Dalam kebisuan dan ketulian, aku mengoyak arti kehadiran yang tersisa

Rasaku menjadi reruntuhan, jiwa kering tanpa getaran
Aku, yang dulu bermimpi tinggi, kini tertekuk pada hukuman
Bagai kisah tragis yang dipintal oleh Tuhan karna geram
Tuk mengajariku arti sebenarnya dari sebuah kehampaan dan kepelikan

Dalam sepi ini, ada pesan tersirat
Dalam kehilangan, ada pelajaran yang tersurat
Dunia ini, seperti puisi yang tercipta dalam derita
Mengajari kita bahwa hidup bukan hanya warna-warni, tapi juga kelimpahan dan kekosongan

Kepada Tuhan aku memohon, ajarkanlah aku makna sejati dari perasaan
Dalam kematian rasa, mungkin ada kebangkitan yang menanti
Aku, yang terpaku dalam kekosongan dan kehampaan
Menantimu, untuk memberi makna pada pelikan hening ini.

Pengunjung :
30

Solverwp- WordPress Theme and Plugin