Lumina: Pameran Fotografi Berselimutkan Cahaya
Penulis: Alvis Anjabie Editor: Shaffa Az Zahra Layouter: Ambar Tri Hapsari
Setiap foto bukan sekadar gambar, ada filosofi mendalam yang menanti untuk kamu temukan. Yuk, kenali Lumina lebih dalam dan temukan inspirasi di setiap ceritanya!
Penulis: Alvis Anjabie
Editor: Shaffa Az Zahra
Layouter: Ambar Tri Hapsari
Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) yang identik dengan fasad hitam bergaya futuristik modern tampak dipadati pengunjung. Sebagai ruang publik yang mewadahi ragam aktivitas sivitas akademika dan masyarakat umum, gedung ini menjadi lokasi penyelenggaraan pameran fotografi oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unit Fotografi (UFO) Universitas Gadjah Mada. Pameran yang berlangsung dari 1–3 Mei 2026 ini telah menyita perhatian publik. Dengan total kunjungan mencapai kurang lebih 1.000 orang, acara ini sukses mencuri hati para pecinta seni.
Di bawah arahan Jovita Sekar Ayu sebagai ketua pameran dan Naufal Reza Al-Luthfi selaku ketua UFO, acara rutin yang digelar dua kali setahun ini berjalan sukses dan terbilang spektakuler. Kesuksesan tersebut tak lepas dari konsep kuat yang dibawanya. “Pameran ini mengangkat tema Lumina yang dalam bahasa Latin memiliki arti cahaya. Jika dirincikan, Lumina terbagi menjadi tiga bagian. Pertama, cahaya secara harfiah yang bermakna sebagai cahaya yang benar-benar tampak. Kedua, cahaya secara nonharfiah yang dilihat dari segi pemaknaan dan terasa secara emosional. Terakhir, cahaya sebagai refleksi diri yang pemaknaannya lebih dalam menurut pribadi masing-masing,” tutur Jovita.
Pemilihan tema ini bertujuan agar para calon anggota UFO lebih mudah mengeksplorasi potret yang mereka inginkan. Hal ini dinilai sangat membantu, terlebih bagi mereka yang baru pertama kali mengadakan pameran atau memotret secara profesional. Untuk melengkapi pengalaman visual tersebut, pameran ini juga dimeriahkan dengan rangkaian kegiatan yang tak kalah seru, seperti talkshow, artist talk, workshop bertema stage photography, dan penampilan akustik.
Pengunjung yang hadir tidak hanya disuguhi agenda menarik, tetapi juga diajak hanyut dalam suasana pameran yang dirancang apik. Atmosfer ketika memasuki ruangan langsung terasa berbeda. Cahaya remang membasuh raga dan badan menjadi ringan seolah gravitasi dikendurkan. Perasaan kagum tak terbendung begitu kita berjalan menyusuri dinding pameran. Pengunjung disambut dengan potret bayangan Sang Gadis Minang berbalut cahaya lilin. Semakin jauh berjalan, foto-foto menjadi semakin bervariasi dan diperkaya dengan kalimat filosofis yang menyempurnakan visualnya.

Salah satu foto yang mencuri perhatian adalah foto yang diambil langsung di kediaman Pramoedya Ananta Toer di Blora, Jawa Tengah. Kediaman ini sekarang ditempati oleh adiknya, Soesilo Toer, dan difungsikan menjadi perpustakaan. Potret yang menjadi representasi cahaya nonharfiah tersebut diabadikan oleh artis Gadang Alam Si Radja yang juga sempat berwawancara dengan Soesilo. Dari wawancara tersebut, Radja memperoleh cerita yang membekas di hatinya. Gadang mengetahui kenyataan bahwa Soesilo adalah sekian dari pahlawan yang mendapati hidupnya melarat, imbas dari Orde Baru. Soesilo dihadapkan dengan gelarnya yang tak diakui oleh pemerintah Indonesia meski gelar tersebut ia dapatkan langsung dari Rusia.
Foto lainnya yang berkesan adalah potret cahaya jingga yang masuk melalui ventilasi ruangan, memandikan pria yang berdiri di bawahnya. Foto ini diambil oleh artis Farras Al Fayyadh. Karya lain yang memikat pandangan adalah foto hitam putih yang mengabadikan potret senyuman wajah manusia yang terasa natural dan menenangkan.

Sebagai penutup, Naufal menaruh harapan agar UFO senantiasa menjadi ruang yang menghadirkan kebahagiaan. Menurutnya, kenyamanan setiap anggota menjadi prioritas yang terpenting. Senada dengan visi tersebut, Jovita juga menekankan pentingnya menjaga dinamika yang menyenangkan dan suportif selama proses persiapan pameran yang panjang agar para anggota tidak merasa tertekan. Jovita memandang pameran ini sebagai ruang pembelajaran berharga yang memberikan pengalaman langka bagi anggotanya dalam meramu karya fotografi secara profesional. Ke depannya, ia berharap pameran-pameran UFO mampu mendobrak batasan dengan inovasi yang lebih berani dan segar, sehingga tampil makin menonjol dan mampu melampaui standar pameran unit kegiatan mahasiswa fotografi pada umumnya.