BPPM Equilibrium

Serba Mendadak, Dapatkah Penyelenggaraan Asean Para Games 2022 Dikatakan Sukses?

Oleh: Ummi Anifah
Ilustrasi Oleh: Aisyah Zakiyyah

“Hari ini adalah hari yang membanggakan untuk kita semua karena kita menyaksikan bagaimana Indonesia telah mencapai target empat sukses yang ditargetkan di Asean Para Games 2022,” kata Angkie Yudistia, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia pada hari terakhir pelaksanaan Asean Para Games 2022.

Asean Para Games (APG) merupakan pesta olahraga untuk difabel se-Asia Tenggara. APG kesebelas yang berencana diadakan di Vietnam sempat dibatalkan. Hal ini disebabkan penyebaran virus dan grafik pandemi covid-19 masih tinggi di negara-negara anggota Asean Para Sports Federation (APSF). Dua kali gagal diadakan, akhirnya APG kesebelas diadakan di Indonesia. Memiliki waktu yang terbilang singkat dalam mempersiapkannya, lantas benarkah penyelenggaraan APG 2022 benar-benar sukses?

Kronologi Indonesia Menjadi Tuan Rumah 

Mengetahui mundurnya Vietnam, Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia mengungkapkan keinginannya untuk menjadikan Indonesia tuan rumah kepada presiden. Kemudian, saat rapat APSF, Indonesia mengajukan diri menjadi tuan rumah dan berhasil memperoleh persetujuan dari semua anggota. Meskipun telah mendapatkan persetujuan dari NPC, Indonesia sempat terhalang untuk menjadi tuan rumah. Hal ini berkaitan dengan sanksi yang diberikan oleh World Anti-Doping Agency (WADA). Namun, akhirnya dapat diselesaikan secara cepat oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).  

Penyelenggaraan Asean Para Games 2022

Waktu yang terbatas membuat panitia harus bahu membahu dalam mempersiapkan APG 2022. Panitia yang terdiri dari jajaran menteri dan Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen menyelenggarakan APG secara gotong royong. “Selaras dengan tema Asean Para Games yaitu Striving for Equality, kita akan mengangkat budaya gotong royong dengan harapan dapat membawa semangat gotong royong, kebersamaan, dan kesetaraan untuk kemenangan,” ujar Hendry Indrayani, Direktur III Pendukung Pertandingan INASPOC. 

Komitmen gotong royong dalam mempersiapkan APG terlihat dari keseriusan Menpora dalam menyelesaikan sanksi dari WADA sehingga dapat terlepas dari hukuman lebih cepat. Tak hanya itu, presiden juga turut serta dengan memerintahkan menteri keuangan untuk mempersiapkan anggaran dana karena tidak masuknya anggaran APG 2022 dalam APBN 2022. 

Semangat gotong royong dalam mempersiapkan APG 2022 terlihat juga dari dukungan para sponsor. Sponsor sebanyak 36 yang terdiri dari 24 BUMN dan 12 pihak swasta turut serta dalam menyukseskan penyelenggaraan pesta olahraga ini. Dukungan dari pihak sponsor hampir 90% berupa barang dan jasa (value in kind). Hal ini membuat panitia belum bisa mengumumkan berapa total dana yang diberikan oleh seluruh sponsor.  

Bukan hanya semangat dari pemerintah dan pihak sponsor untuk menyukseskan APG 2022, masyarakat juga menyambut para atlet APG 2022 dengan tangan terbuka. Barisan masyarakat membentuk pagar betis saat atlet datang menunjukan dukungan nyata dari masyarakat terhadap atlet para games. Tak sampai disitu, terpenuhinya Stadion Manahan saat pembukaan APG menunjukkan antusiasme masyarakat. 

Benarkah Penyelenggaraan Asean Para Games 2022 Berjalan Sukses?

Dalam press conference yang diadakan pada hari terakhir pelaksanaan APG 2022, Chandra Bhakti selaku Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora mengungkapkan empat sukses yang menjadi target penyelenggaraan APG 2022. Sukses penyelenggaraan, terbukti dengan lancarnya penyelenggaraan APG 2022 meski memiliki waktu singkat untuk mempersiapkannya. Gotong royong dari berbagai pihak seperti pemerintah, panitia, pihak sponsor, dan masyarakat turut menyukseskan penyelenggaraan pesta olahraga ini. Selanjutnya, sukses prestasi terbukti saat Indonesia diumumkan menjadi juara umum dengan total perolehan medali 426. Tak hanya itu, sukses ekonomi juga berhasil dicapai dengan meningkatnya okupansi hotel di Solo Raya hingga 90% dan keikutsertaan UMKM selama penyelenggaraan APG 2022. 

Sayangnya, terdapat satu target sukses yang bisa dikatakan belum tercapai hingga saat ini yaitu sukses administrasi. Hal ini dikarenakan adanya komponen-komponen yang masih harus didata dan dilaporkan, terutama jumlah dana sponsor yang belum jelas berapa totalnya. Chandra Bhakti berharap agar pelaksanaan administrasi ini dapat dilakukan secara transparan dan akuntabel. “Kita ingin berkomitmen kesuksesan penyelenggaraan dan kesuksesan prestasi jangan sampai tercederai oleh hal-hal yang bersifat administrasi yaitu pertanggungjawaban keuangan,” ungkapnya.

Asean Para Games kesebelas yang berencana diselenggarakan di Vietnam dibatalkan. Indonesia yang merasa memiliki tanggung jawab memutuskan untuk mengajukan diri menjadi tuan rumah. Waktu yang terbilang singkat untuk mempersiapkan membuat panitia berkomitmen menyelenggarakan APG 2022 secara gotong royong. Semangat gotong royong dalam mempersiapkan pesta olahraga ini turut dilakukan oleh pemerintah, pihak sponsor, dan masyarakat sekitar. Akhirnya, penyelenggaraan APG 2022 berhasil memberikan dampak positif yang besar dalam sektor ekonomi dan sosial. Sehingga, empat sukses yang ditargetkan hampir secara keseluruhan berhasil tercapai.

Pengunjung :
78

Solverwp- WordPress Theme and Plugin