Kategori: EQ News
-

Eksistensi Debus di Era Modern: Apakah Kita Hanya Melihat Aksinya, Bukan Maknanya?
Penulis: Theresa Martha .M& Raissa .M/EQEditor: Najwah Ariella Putri/EQLayouter: Vidhyazputri Belva/EQ Debus adalah pertunjukan tradisional Banten yang menampilkan aksi ekstrem, mulai dari menyakiti diri dengan benda tajam hingga api, tanpa menimbulkan luka. Penonton pun terpukau sekaligus heran, bagaimana tubuh manusia bisa menahan rasa sakit tersebut? Rasa penasaran inilah yang kemudian mendorong analisis lebih mendalam terhadap…
-

Bedhaya Semang, Angka Sembilan, dan Penyelamatannya
Penulis: Gita Laksita Jatismara, Azhar Zaidaan/EQ Editor: Alif Fazel Faruk/EQ Layouter: Vini Wang/EQ Di dalam Jantung Penjaga Peradaban Kebudayaan, Keraton Ngayogyakarta, tersimpan warisan sejarah yang sarat nilai kehidupan, Bedhaya Semang. Bedhaya Semang merupakan tarian sakral yang merupakan bukti dokumentasi eksistensi perjalanan panjang keraton sebagai pencipta peradaban karya. Warisan sejarah nonbenda ini merefleksikan lapisan makna filosofis…
-

Midodareni: Transisi Menuju Kehidupan Suami Istri
Nama: Gita Laksita Prabasmara & Marcellinus Krisnado Suhatno/EQEditor: Keffa Auna Rasyidina/EQLayouter: Diana Sintya Maharani/EQ Indonesia menyimpan segudang tradisi unik yang lekat dengan makna filosofis dan simbolis, salah satunya adalah midodareni. Midodareni diyakini sebagai malam para bidadari turun dari Kahyangan untuk memberikan restu dan aura kecantikan kepada calon pengantin wanita. Namun, seiring perkembangan zaman, proses midodareni…
-

Duka yang Diwariskan: Mengungkap Tekanan Sosial dan Biaya Ekonomi Tradisi Iki Palek
Penulis: Auliatus Soliha/EQ & Athaya Zarah Zea/EQEditor: Dalila Khansa/EQLayouter: Arasty Lyla/EQ Menangis saja tidak cukup bagi Suku Dani untuk mengekspresikan duka mendalam saat kehilangan seseorang yang mereka cintai. Bagi mereka, kesedihan bukanlah perasaan semata, tetapi sesuatu yang harus diwujudkan melalui tindakan simbolik. Lewat tradisi Iki Palek, mereka menyalurkan rasa duka itu dengan memotong jari sebagai…
-

Nasib Sakralitas Perang Ketupat
Penulis: Kalyca Indira Theta & Dahayu Anindhita Aisyfaa/EQEditor: Handri Regina Putri/EQLayouter: Diana Sintya Maharani/EQ “Cekrek!” Bunyi kamera mengiringi kemeriahan Perang Ketupat di Pantai Pasir Kuning, Desa Tempilang, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung. Hari itu adalah minggu ketiga bulan Sya’ban, langit biru berpadu dengan riuh sorak warga yang saling melempar ketupat di tepi pantai—bukan karena pesta…
-

Weton: Warisan Budaya atau Sekadar Mitos Belaka?
Penulis: Shaffa Az Zahra, Arwa Izdihar Ahmad/EQEditor: Atha Bintang Wahyu Mawardi/EQLayouter: Arasty Lyla Ramadhani, Vini Wang/EQ Masyarakat Jawa telah lama mengenal pepatah angon mangsa, secara harfiah berarti ‘menggembala musim’, yang mengajarkan pentingnya menentukan waktu yang baik sebelum bertindak. Pemahaman akan pepatah ini melahirkan sebuah budaya perhitungan waktu yang disebut weton. Kini, terpaan anggapan bahwa weton…
-

Dinamika dan Persepsi Tradisi Coka Iba di Masyarakat Gam Range
Penulis: Dwi Zhafirah Meiliani, Alvis Anjabie/EQEditor: Najwa Ilma Arifah/EQLayouter: Glori Silaban/EQ Halmahera Tengah—di balik keheningan malam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, sosok-sosok bertopeng setan muncul dari kegelapan, memukul-mukul dan menari liar di tengah kerumunan masyarakat. Tradisi Coka Iba ini bukan sekadar pesta adat yang penuh warna, melainkan perpaduan unik antara warisan leluhur dan ajaran agama…
-

Menelisik Makna Kematian dalam Adat Batak Toba: Dari Duka Menuju Kehormatan
Penulis : Chelsea Deswita Sianturi, Johan V. Rajagukguk/EQEditor : Orie Priscylla Mapeda Lumalan/EQLayouter : Dhimas Zidny Arrizqi/EQ Bagi kebanyakan orang, kematian merupakan yang paling menakutkan. Tidak hanya untuk pribadi, tetapi juga bagi kerabat yang akan ditinggalkan. Kematian seringkali dianggap sebagai akhir dari segalanya. Namun suku Batak Toba, memiliki cara khusus dalam memaknai kematian. Kematian bagi…
-

Jathilan: Menjaga Ruh Tradisi di Tengah Riuh Modernisasi
Penulis: Najwa Anggi Namira/EQ dan Hana Hafizhah/EQEditor: Gigih Candra Ghufroni/EQLayouter: Gilang Wirabumi/EQ Dentang gamelan mulai terdengar mantap. Ritme yang berulang tidak membuat penonton jenuh. Sebaliknya, ritme itu justru membuat mereka menanti-nanti babak penuh adrenalin. Di tengah lingkaran penonton yang berdesakan, para penari muncul satu per satu mengenakan kostum warna-warni sambil membawa kuda lumping di tangan.…
-

Larangan Kepemilikan Tanah Nonpribumi: Warisan Sultan atau Diskriminasi?
Penulis: Orie Priscylla Mapeda Lumalan & Auliatus Soliha/EQEditor: Virginia Stella MonicaLayouter: Vini Wang/EQ Yogyakarta, sebuah kota di Indonesia yang lekat dengan keistimewaannya. Secara administrasi, Yogyakarta memiliki otonomi khusus dalam mengatur pemerintahan, kebudayaan, dan keuangan hingga mendapat status Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hal ini diatur dalam UU No. 5 Tahun 1950 tentang Undang-Undang Daerah Istimewa Yogyakarta.…